.

.
Image and video hosting by TinyPic a>

DIRI KU

DIRI KU
AZMI

Gol Tercantik Sepanjang Masa

Keromantisan cinta

Jumat, 13 Agustus 2010

Tuduhan Abu Bakar Baasyir

Meski pengadilan memutuskan tak terlibat teror, Abubakar Ba'asyir yang sedianya bebas kemudian dijebloskan lagi ke penjara oleh polisi. "Kezhaliman Akan Terus Saya Lawan", katanya pada Hidayatullah

Ada satu tempat yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah hidup Ustadz Abubakar Ba'asyir (66). Yaitu: penjara. Sejak zaman Orde Baru sampai Era Reformasi, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini telah beberapa kali masuk bui.

Tanggal 30 April lalu, Ustadz Abu ?panggilan akrabnya? terjadwal bebas dari kepengapan sel Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta, yang telah dihuninya selama 1,5 tahun. Namun ibarat lepas dari mulut buaya lalu masuk ke dalam mulut singa, udara bebas itu tak bisa leluasa dihirupnya. Jeratan hukum baru telah menanti di depan pintu gerbang Rutan Salemba.

Vonis 1,5 tahun yang lalu akibat pelanggaran keimigrasian. Nah, yang sedang jadi bahan berita saat ini, Ustadz Abu hendak dijerat pasal-pasal yang mengerikan: terkait tindakan teror Bom Bali dan Bom Marriott.

Dua kasus tersebut sebenarnya pernah pula dituduhkan dalam persidangan sebelumnya. Namun saat itu di pengadilan tidak ditemukan bukti-bukti yang meyakinkan. Terpaksalah masalah keimigrasian yang jadi kambing hitam.

Saat ini konon telah ditemukan bukti-bukti baru yang bisa menjerat Ustadz Abu. Ketika berita ini ditulis, polisi telah menjatuhkan ?status tersangka? dan siap-siap melakukan pemeriksaan. ?Padahal saya belum menerima surat resmi tentang hal itu, tetapi di media massa sudah ramai,? kata Ustadz Abu.

Apa yang menimpa pendiri Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo (Jateng) ini tak pelak menimbulkan simpati banyak pihak. Di detik-detik akhir menjelang pembebasan, sekaligus detik-detik awal pemeriksaan baru, beberapa tokoh datang ke Rutan Salemba untuk memberi dukungan moral.

Sekadar menyebut contoh, mereka adalah Ahmad Soemargono (anggota DPR dari Fraksi Partai Bulan Bintang), Hidayat Nurwahid (Presiden Partai Keadilan Sejahtera), Habib Rizieq Syihab (Ketua Umum Front Pembela Islam), Habib Husein Al-Habsyi (Pimpinan Ikhwanul Muslimin Indonesia), beberapa anggota Komisi I DPR RI, Sri Bintang Pamungkas (mantan anggota DPR), dan tokoh-tokoh ormas Islam.

Dari kalangan pemuda dan mahasiswa juga sempat hadir, misalnya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN), bahkan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

?Alhamdulillah. Selama ini saya hanya minta perlindungan dan bantuan kepada Allah. Ternyata beberapa elemen ummat Islam tergerak hatinya dengan ikhlas mendukung saya,? Ustadz Abu tampak terharu.

Ada satu titik simpul yang diperoleh dari beberapa pembicaraan dengan tokoh-tokoh di atas. Yaitu bahwa kasus Abubakar Ba?asyir saat ini tidak lagi menjadi kasus pribadi, tetapi sudah menjadi persoalan ummat, bahkan nasional. ?Ini menyangkut masalah kedaulatan dan harga diri bangsa, karena ada indikasi intervensi dari pihak asing terhadap kasus saya.?

Bagaimana tanggapan Ustadz Abu sendiri berkaitan dengan kasus yang sedang dihadapinya? Kepada Abdul Hadi Damanik dan Pambudi Utomo dari Majalah Hidayatullah yang mengunjunginya di Rutan Salemba, pria berdarah Arab ini bercerita panjang lebar. Termasuk berkisah tentang pengalamannya selama menjadi narapidana. Berikut petikannya:

Baru saja bebas dari penjara, Anda hendak dijerat kasus baru lagi. Tanggapan Anda?

Dari segi hukum dan fakta, tuduhan kepada saya sangat tidak masuk akal. Saya dituduh terkait dengan Bom Bali. Ini kan.......

0 komentar:


 

Blogger Templates

Setelah Baca Artikel Mohon Tinggalkan Komentar...by AZMI.. TERIMAKASIH...!!!